Skip to main content

Penemuan Mekanisme Resistensi Antibiotik pada Superbug

Main image.jpg
Petunjuk-petunjuk penting telah ditemukan untuk melawan ‘Golden Staph’ di rumah sakit.

(Unsplash)

IKLAN

Sebuah studi internasional yang dipimpin oleh Monash University telah menemukan mekanisme molekuler dimana bakteri superbug 'Golden Staph' yang berpotensi mematikan menghindari pengobatan antibiotik. Hal ini memberi petunjuk penting pertama tentang bagaimana melawan resistensi antibiotik bakteri superbug.

'Superbug' adalah bakteri yang resisten terhadap antibiotik yang umum digunakan, menghadirkan ancaman kesehatan global. Untuk mengatasi tantangan global ini, para peneliti dari Biomedicine Discovery Institute (BDI) berkolaborasi dengan

Weizmann Institute of Science di Israel NTU Institute of Structural Biology di Singapura.

Kini, para peneliti BDI Monash telah mengidentifikasi petunjuk penting pertama tentang bagaimana 'menyiapkan' antibiotik guna melawan strategi yang digunakan bakteri untuk menghindari obat-obatan yang menyelamatkan jiwa. Temuan ini dipublikasikan di jurnal mBio.

Para peneliti menggunakan mikroskop elektron generasi terbaru di Pusat Mikroskopi Cryo-Elektron Ramaciotti Monah untuk -pertama kalinya -melihat gambaran perubahan yang terjadi pada bakteri superbug, yang resisten terhadap antibiotik paling modern, pada tingkat molekuler.

Superbug-resistance-Illustration_BDI-for-web.jpg
Mesin pembuat protein dari Golden Staph, bakteri ribosome (foto utama). Mesin nano inilah yang berevolusi untuk menghindari perawatan dengan antibiotik, yang merupakan bahan kimia kecil yang memiliki kemampuan untuk mematikan mesin ini, dengan melepaskan kunci (gambar yang diperbesar).

(Monash Biomedicine Discovery Institute)

Memeriksa sampel bakteri ‘Staphylococcus Aureus’ atau ‘Golden Staph’ -yang resisten terhadap antibiotik -yang diambil dari pasien rumah sakit, mereka membandingkan data  bakteri non-resisten dengan rekan-rekan mereka di luar negeri. Ini termasuk Shashi Bhushan dari NTU, dan Zohar Eyal serta peraih Nobel, Profesor Ada Yonath dari Institut Weizmann yang memenangi Hadiah Nobel untuk Bidang Kimia pada tahun 2009.

"Dengan menggunakan data gabungan tersebut, kami bisa merasionalisasi bagaimana bakteri lolos dari pengobatan oleh antibiotik rumah sakit yang sangat penting dan menggambarkan secara molekuler bagaimana bakteri itu menjadi superbug," kata ilmuwan BDI Monash yang juga peneliti utama, Dr Matthew Belousoff.

"Bakteri itu bermutasi atau berkembang untuk mengubah bentuk molekul tempat di mana antibiotik akan mengikat sehingga obat tersebut tidak bisa lagi bekerja di sana," kata Dr Belousoff.

"Mengetahui apa yang dikerjakan musuh Anda adalah langkah pertama dalam rancangan obat baru tahap berikutnya."

"Kami telah mengembangkan teknik yang bisa digunakan orang lain, yang bisa membantu mempercepat kompetisi dalam pengembangan antibiotik."

Materi ini diproduksi oleh Monash University.