Skip to main content

Pagelaran White Night di Melbourne dan Ballarat

Sonic Light Bubble
White Night Melbourne.

Foto: Kerry O'Brien Publicity

IKLAN

White Night Melbourne akan kembali ke jalanan, gang-gang, dan taman-taman di pusat kota Melbourne, Sabtu 18 Februari 2017. Dan untuk pertama kalinya, kota kecil Ballarat di Victoria akan menggelar White Night Ballarat, hari Sabtu 4 Maret 2017.

Kota ini berada sekitar 1,5 jam dari Melbourne.

Hanya dalam satu malam, White Night mengubah kota-kota yang kita kenal dan cintai. Mulai dari matahari tenggelam hingg terbit, musisi dan seniman lokal, nasional, dan internasional akan tampil memukau di berbagai penjuru kota untuk merayakan budaya dan kreativitas.

Semua yang terlihat tidak mungkin diwujudkan secara nyata lewat instalasi, cahaya, pameran, pertunjukan jalanan, film, musik, tarian, dan interaktif selama 12 jam.

Dengan Direktur Artistik dan Producer Executive David Atkins, pagelaran White Night yang kelima di Melbourne dan pertama kali di Balarat akan menjanjikan sebuah malam yang tak terlupakan.

Medusa, Visit Victoria
White Night Melbourne.

Foto: Kerry O'Brien Publicity

Beberapa hal yang harus dilihat di White Night Melbourne: 

  • Pyrophone Juggernaut, penampilan organ dengan letupan ‘api’ yang besar di pelataran Melbourne Museum. Instalasi ini menjadi organ dengan multi oktaf, yang dioperasikan tangan terbesar di dunia. Terbuat bahan metal yang diambil dari sisa-sisa industri. Dengan irama yang mendebarkan jantung, dengan menggunakan tenaga jet yang meletupkan api. Dioperasikan oleh sejumlah musisi dan seniman, Pyrophone Juggernaut menjadi penampilan memukau yang tak tertandingi.
  • Gedung-gedung di kawasan Flinders Street akan semakin hidup, mulai dari  Forum Theatre hingga Chapter House dengan kanvas elektrik yang memantulkan cahaya dan animasi. Sejumlah dongeng anak-anak, terinspirasi dari film Shrek dan kartun Rocky and Bullwinkle di tahun 60-70an akan ditampilkan.
  • Kubah megah di dalam ruangan La Trobe Reading Room di State Library of Victoria akan diubah menjadi dunia bawah laut dari kisah Sea Dragon’s Lair. Sheree Marris, Brad May dan Lisa Greenway menciptakan animasi berkelas dunia dengan komponen suara dan sinematografi bawah laut yang membuat sebuah kanvas maritim hidup di pusat kota Melbourne.
  • Bagi mereka yang ingin berdansa di Collins St, maraton dansa kembali digelar! Acara Swing City yang dipersembahkan oleh VicHealth akan menampilkan music dari era tahun 30,40, dan 50an, yang didedikasikan bagi musisi John Morrison dan semua diundang untuk ikut serta.
  • Birrarung Marr akan menjadi memukau dengan instalasi seni yang menyerupai bunga raksasa karya Alex Sanson. Saat kita memandang Spherophyte, 48 ‘lengan’ menyala, dengan gerakan memutar, melipat, dan menggabungkan bentuk-bentuk yang saling menyilang dan membaur.
  • Pitcha Makin Fellas kembali berkolaborasi bersama studio kreatif asal Portugal, OCUBO, setelah pernah bekerja sama di White Night Melbourne 2016. 24 potret akan merayakan wajah suku Aborigin, penduduk asli benua Australia di Katedral St Paul. Black Face atau Real Face adalah serial potret hitam di atas hitam dengan menggunakan tiga jenis permukaan dan cat berwarna hitam, sehingga saat melihat dari arah yang berbeda, maka lukisannya akan berubah. Karenanya, tidak pernah ada satu titik untuk melihatnya.
  • Mengapung di kawasan gang Hosier Lane, studio kreatif John Fish menciptakan ubur-ubur terbang yang diberi nama, Medusa. Alien yang indah, misterius, dan sukar diraih ini akan melambaikan kepalanya yang berbentuk kubah indah, dengan pancaran cahaya dan tubuhnya yang bersinar terang.
Peony
White Night Melbourne.

Foto: Kerry O'Brien Publicity

Karya seni yang hanya ditemukan di White Night Ballarat:

  • Nights of Gold akan menjadi tema malam di Ballarat yang menampilkan masa kejayaan saat emas ditemukan di kota ini.  Electric Canvas mempersembahkan proyeksi cahaya dan animasi ke sejumlah gedung-gedung indah di kawasan Lydiard Street, dengan tiga tema yang berkaitan dengan kehidupan malam di tahun 1800-an di Ballarat.
  • ‘Wadawurrung Walking with Waa’ mengajak Anda untuk menelusuri Kisah Kejadian milik suku Aborigin hingga saat ini. Aunty Marlene, dan anaknya Deanne Gilson akan memantulkan lukisan mereka ke dinding di Ballarat, menampilkan cerita mereka, termasuk soal pandangan suku Aborigin di era pertambangan emas. Bary Gilson, anak dari Aunty Marlene akan mengajak Anda berjalan-jalan sambal menyanyikan lagu-lagu Wadawurrung dalam bahasa turun termurun mereka.
  • Crate Expectations adalah seni pahat robot yang terbuat dari kerat-kerat atau peti antik, perabotan, dan ‘anggota tubuh’ dengan penampilan yang bersuara dan bercahaya, mengajak penonton untuk keluar dari malam yang gelap menuju malam yang hangat dan bersinar. Crate Expectations akan turun ke jalan-jalan, menghibur dan berinteraksi dengan para penonton.
  • ‘More Than 1 Nation’ adalah kolaborasi unik yang menampilkan pola dan warna dari lukisan-lukisan Pitcha Makin Fellas, yang diubah oleh The Electric Canvas ke dalam bentuk karya seni visual di bekas gedung Bank of NSW di  Ballarat, dengan mengisahkan dongeng indah tentang pembebasan, kemulian, kemenangan, dan pembaruan.

Artikel ini diproduksi oleh Pemerintah Victoria