Pembahasan miras di Indonesia: dari Twitter hingga parlemen

Pembahasan miras di Indonesia: dari Twitter hingga parlemen

Pembahasan miras di Indonesia: dari Twitter hingga parlemen

Diperbaharui 19 February 2013, 8:43 AEDT

Minuman berakohol dijual bebas di sejumlah mini market di Indonesia. Apakah perlu adanya soalnya pengaturan penjualan minuman keras, terutama bagi remaja di bawah 21 tahun?

"Saya kan juga punya anak ya remaja. Terus di twitter, follower saya juga rata-rata memiliki anak menjelang remaja. Beberapa waktu yang lalu, ada temen saya yang bilang bahwa sudah banyak sekali pembelian minuman berakohol yang bebas  di kota-kota besar. Ini sangat meresahkan sekali."

Percakapan singkat di jejaring sosial, Twitter  itulah yang mengawali gerakan anti minuman keras dan beralkohol yang digagas Fahira Fahmi Idris. 

Fahira juga mengkampanyekan gerakan ini lewat petisi online untuk mendorong kesadaran warga mengenai bahaya peredaran minuman berakohol yang bebas. Dalam dua hari saja sejak diterbitkan di situs change.org, petisi ini sudah mendapat dukungan lebih dari 2400 orang. 

Petisi yang digagas Fahira meminta agar gerai mini market menghentikan penjualan minuman berakohol kepada anak dibawah umur.

Fahira menjelaskan banyak gerai minimarket yang menyalahi aturan, karena tetap menjual minuman berakohol dengan bebas. Gerakan ini juga menuntut  agar gerai mini market menandatangani komitmen moral untuk melarang menjual minuman berakohol kepada remaja dibawah 21 tahun.

“Gerakan ini hadir tidak untuk mengatur peredaran miras. Kita disini meminta agar semua ikutmelindungi anak bangsa dari minuman keras. Pertama, meminta gerai mini market memperhatikan Keputusan Presiden No.3 Tahun 1997 mengenai aturan lokasi. Kan tidak boleh dekat pemukiman, tidak boleh dekat sekolah, tempat ibadah, juga perkantoran. Kedua, kita minta mereka memberlakukan sistem meminta ID seperti di luar negeri. Terakhir, bila ternyata anak itu dibawah usia 21 tahun, mereka harus menolak apapun resikonya.”

Upaya menertibkan penjualan minuman berakohol juga tengah digodok di Senayan. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengagas adanya undang-undang soal minuman keras.

Menurut politisi PPP,  Ahmad Yani, Rancangan Undang-Undang (RUU) soal minuman keras nantinya akan menjadi dasar hukum pengaturan yang lebih ketat. Peraturan dalam undang-undang tersebut nantinya akan mengatur secara menyeluruh soal produksi, distribusi dan konsumsi minuman yang mengandung alkohol.

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.