Skip to main content

Hindari Beri Anjing Daging Ayam Mentah

anjing Chihuahua
Peneliti mendapati "hubungan signifikan" antara kelumpuhan dan anjing kecil, seiring mereka sering memakan daging ayam bagian leher mentah.

Flickr: havankevin

Para pemilik anjing disarankan untuk menghindari memberikan makanan berupa daging ayam mentah setelah peneliti menemukan kaitan antara daging ayam mentah dan bentuk kelumpuhan anjing yang langka dan berpotensi fatal.

Periset di Rumah Sakit Hewan U-Vet Werribee University of Melbourne menemukan bahwa anjing yang makan daging ayam mentah, terutama leher ayam, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kondisi polyradiculoneuritis yang melumpuhkan, yang juga dikenal sebagai APN.

Bagian leher ayam telah lama direkomendasikan untuk para pemilik hewan peliharaan untuk kesehatan gigi, terutama untuk jenis anjing keturunan yang lebih kecil, dan sudah tersedia di supermarket.

Temuan penelitian tersebut mengkonfirmasi adanya "hubungan yang signifikan" antara APN dan gigi taring yang lebih kecil.

Matthias le Chevoir, kepala penyelidik proyek tersebut, mengatakan penyebab APN telah lama diketahui, namun hasilnya berkaitan dengan tren yang berkembang untuk memberi makan makanan daging mentah pada anjing.

"Kami akan merekomendasikan agar pemilik memilih makanan anjing biasa daripada leher ayam sampai kita tahu lebih banyak tentang kondisi yang melemahkan ini," tulis para peneliti dalam penelitian tersebut.

Gejala yang melemahkan

Kelumpuhan ini terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak diatur dalam anjing, yang berakibat pada serangan pada akar sarafnya sendiri dan Dr le Chevoir mengatakan bahwa hal itu bisa berakibat fatal.

Daging ayam mentah
Peneliti di University Melbourne menyarankan tidak memberi makan daging ayam mentah.

Flickr: catharticflux

"Ini adalah kondisi yang jarang tapi sangat melemahkan dimana kaki belakang anjing pertama akan menjadi lemah dan kemudian dapat berkembang untuk mempengaruhi kaki depan, leher, kepala dan wajah," katanya.

"Kebanyakan anjing akhirnya sembuh tanpa pengobatan tapi mungkin diperlukan waktu hingga enam bulan atau lebih dalam beberapa kasus.

"Sulit bagi pemiliknya untuk merawat hewan peliharaan mereka sampai kondisinya membaik secara bertahap."

Penelitian menegaskan teori

Kelumpuhan tersebut adalah bentuk anjing dari sindrom Guillain-Barre (GBS) pada manusia, yang sering dipicu oleh bakteri campylobacter, yang mungkin ada pada ayam matang.

Menimbang ini, para peneliti mempelajari kotoran anjing lebih dari 70 ekor.

Mereka menemukan bahwa mereka yang memiliki gejala APN lebih mungkin memiliki infeksi campylobacter daripada mereka yang tidak, menurut penulis utama studi Lorena Martinez-Anton.

"Kami memprediksi bahwa campylobacter mikroba kemungkinan menjadi alasan disregulasi kekebalan anjing dan karena itu, gejala kelumpuhan," kata Dr. Martinez-Anton.

"Hasil bakteriologis ini konsisten dengan hipotesis bahwa daging ayam mentah adalah sumber campylobacter dan akibatnya, memicu APN."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.