Skip to main content

Satu Lagi Politisi Australia Mundur Karena Kewarganegaraan Ganda

Tasmanian Senator Jacqui Lambie sitting with her arms folded in the Senate chamber.
Senator Australia Jacqui Lambie dari dapil Tasmania menyatakan mundur setelah terbukti sebagai warga negara Skotlandia karena garis keturunan dari ayahnya.

AAP: Mick Tsikas

Senator Australia Jacqui Lambie dari dapil Tasmania tak kuasa menahan rasa sedihnya saat mengkonfirmasi bahwa dia akan mengundurkan diri dari parlemen karena kewarganegaraan Inggris yang dimilikinya. Dalam sebuah wawancara radio dia menyatakan "hancur" karena selama ini merasa sebagai warga negara Australia semata.

Ayahnya lahir di Skotlandia, yang berarti dia berhak atas kewarganegaraan Inggris melalui garis keturunan.

Senator Lambie sebelumnya telah mengatakan bahwa dia merasa tenang karena orangtuanya adalah warga negara Australia.

"Saya akan mengundurkan diri dari Senat, sudah jelas bahwa karena ayah saya, maka saya pun orang Skotlandia," katanya radio Grant Broadcasters pagi ini.

Senator Lambie mengaku menyadari bahwa dia mungkin bermasalah saat memeriksa kembali sejarah ayahnya setelah pengunduran diri Senator Stephen Parry dari Senat.

"Saya tidak melihatnya dalam kasus saya. Ayah saya bilang 'Kamu itu orang Australia sama seperti yang lainnya'," katanya.

"Ketika Stephen Parry membuka (sejarah orangtuanya) dan menyebutkan (kedatangan) kapal dan tanggal, saya tentu saja memeriksa otobiografi saya. Saya periksa kembali hal yang terkait ayahku dan saya langsung berpikir 'oh Tuhan'," tuturnya.

Lambie dalam wawancara itu mengakui sangat kecewa. Kepada host program radio Brian Carlton dia mengaku terpukul saat menyadari dirinya bermasalah.

"Saya langsung mau muntah, saya pikir 'Saya dapat masalah'. Lalu saya menelepon ayah, 'tolong, apa yang terjadi'. Dan semuanya terungkap dalam waktu sekitar dua atau tiga hari," katanya.

"Pada hari Kamis pekan lalu saya meneleponnya dan bilang, 'Ayah, saya sudah habis, bukan?'. Dia jawab, 'Saya pikir kita sudah habis'," tuturnya.

"Saya tak tahu siapa yang merasa lebih buruk - saya atau ayahku. Saya pikir kami berdua hancur sehingga kita tidak sempat berbagi kecintaan kami pada bagpipes pagi ini," katanya memberi perumpamaan mengenai alat musik asal Skotlandia.

Ditanya pendapatnya mengenai aturan konstitusi yang melarang warga Australia memiliki kewarganegaraan ganda jika ingin menjadi anggota parlemen, Senator Lambie mengatakan:

"Bukan saya yang menulis aturan itu tapi saya mendukungnya. Saya menghormatinya. Intinya, seharusnya saya lebih teliti dan memeriksa masalah kewarganegaraan itu," katanya.

"Kita bahkan tidak mempertanyakannya. Kita tahu ayah kita datang kemari saat masih muda, menghabiskan seluruh hidupnya di sini, menjadi warga negara ini, dan kemudian kita tahu bahwa kakek kita telah mengabdi sebagai tentara saat dia berada di sini. Kita hanya ... bahkan tidak terasa," tuturnya.

Senator Lambie telah meminta kantor Home Office Inggris untuk mengklarifikasi statusnya kemarin dan mengatakan hasilnya telah keluar pagi ini.

Dia mengatakan ingin menyampaikannya kepada warga Tasmania sebelum dia menjelaskannya kepada rekan senator lainnya.

Langkah Jacqui Lambie selanjutnya

Dia telah memutuskan mencalonkan diri kembali dalam pemilu di Tasmania yang akan datang, namun pilihannya terbuka untuk parlemen federal. Dia mengatakan mungkin mempertimbangkan mencalonkan diri di dapil Braddon jika anggota DPR dari Partai Buruh Justine Keay juga dipaksa mengundurkan diri karena kewarganegaraan ganda.

Keay tidak menerima konfirmasi bahwa kewarganegaraan Inggrisnya telah dibatalkan sampai setelah waktu pendaftaran caleg terlewati. Padahal hal itu diatur dalam Pasal 44 dari konstitusi Australia.

"Ada kandidat di luar sana yang maju dalam Pemilu negara bagian. Saya akan menggunakan jaringan Jacqui Lambie Network dan saya akan mendampingi mereka," kata Senator Lambie.

"Saya membayangkan juga akan ikut dalam pemilu berikutnya untuk saya sendiri," katanya.

Dia menjelaskan bahwa bagianya pemilu negara bagian tidaklah cukup baginya, dengan alasan bahwa dia dapat memberikan lebih banyak bagi warga Tasmania dengan berada dalam perpolitikan tingkat federal.

"Tidak ada tempat di negara bagian. Tiket kami sudah penuh, mereka semua caleg-caleg yang baik," katanya.

"Saya pikir jika saya tidak memiliki kesempatan lain kembali ke sini (perpolitikan federal) dengan usaha sendiri, saya tidak akan pernah tahu," ujarnya.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.