Skip to main content

Hakim Sebut Aktivis Kanan Australia Kekanak-kanakan

Neil Erikson wears an orange Toll Holdings vest outside the Federal Court.
Neil Erikson mengenakan rompi perusahaan transportasi TOLL yang menurutnya dia beli dari penjual loakan.

ABC News: Karen Percy

Hakim pengadilan Federal Circuit Court Suzanne Jones menyebut aktivis sayap kanan Australia Neil Erikson sebagai "kekanak-kanakan". Pasalnya, pria ini menghadiri persidangan dengan mengenakan rompi dari bekas tempat kerjanya, perusahaan transportasi TOLL.

Erikson dinyatakan bersalah karena menghina pengadilan. Dia tidak mematuhi perintah Hakim Suzanne Jones untuk mengembalikan rompi ke perusahaan tersebut.

Pihak TOLL dalam persidangan menyatakan bahwa video dan foto Erikson yang mengenakan rompi perusahaan telah merusak hubungan perusahaan ini dengan sejumlah kliennya.

Video Erikson itu termasuk saat dia menghadang Senator Sam Dastyari di sebuah pub di Melbourne.

Erikson, yang tak lagi bekerja untuk perusahaan tersebut sejak 2016, datang ke pengadilan pada hari Selasa (13/3/2018) kembali mengenakan rompi TOLL yang menurutnya dia beli di toko loakan seharga $ 2 (Rp 20 ribu).

"Menurut kamu ide bagus untuk memakainya? Apakah kamu merasa lucu?" tanya Hakim Jones.

"Saya hanya ingin menunjukkan betapa menyedihkannya TOLL," jawab Erikson.

"Apakah kamu sendiri tidak menyedihkan?" tukas Hakim Jones

"Kamu bisa tetap memakainya tapi kamu begitu menikmati perhatian media," tambahnya.

Perdebatan terjadi pada saat persidangan untuk menentukan hukuman apa yang akan dijatuhkan buat Erikson.

"Saya hanya ingin melawan perusahaan besar," kata Erikson.

Hakim Jones menjawab: "Itu tidak penting."

'Dengarkan saya'

Setidaknya sampai dua kali Hakim Jones menyuruh Erikson untuk "dengarkan saya".

Erikson dalam persidangan itu mewakili dirinya sendiri tanpa pengacara. Kepada Hakim Jones dia mengaku telah mencoba mematuhi perintah pengadilan sebelumnya untuk menghapus video dan foto-fotonya di YouTube, Facebook dan Twitter karena mengenakan rompi perusahaan tersebut.

Namun dia mengaku beberapa di antaranya belum dihapus karena dia punya banyak akun medsos.

"Saya telah berusaha keras untuk menghapus postingan lainnya," katanya.

"Saya pikir saya tidak harus dihukum," tambah Erikson.

Dia juga mengatakan kini dia tidak memiliki pekerjaan, tidak punya uang dan tidak punya aset dan mungkin harus dipenjara jika dia dihukum membayar denda.

Persidangan akan dilanjutkan beberapa hari mendatang.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.