Skip to main content

Firma Hukum dengan Kecerdasan Buatan di Darwin

Firma hukum berbentuk kecerdasan buatan di Darwin
Sistem Ailira dapat menghasilkan tuntutan yang selengkapnya tersertifikasi.

ABC News: Al Dowler

Masyarkat Darwin (Australia) kini bisa mendapatkan nasihat hukum hanya dengan tangan mereka saja, berkat sebuah firma hukum baru yang bebas pengacara.

Firma hukum ini akan menggunakan sistem intelijen buatan, dengan teknologi yang menurut para pengembangnya akan merevolusi akses terhadap layanan hukum.

Jika di masa lalu seorang pengacara mungkin akan duduk di belakang sebuah meja di firma hukum, kini sebuah sistem yang mudah digunakan yang disebut Ailira, yang merupakan singkatan dari Asisten Informasi Sumber Daya Informasi Intelektual Cerdas.

Sistem ini dapat membantu klien memberikan nasihat hukum konsumen dari mulai keinginan untuk penataan bisnis hingga perlindungan aset, serta pajak profesional untuk  penelitian hukum pajak.

Dengan hanya mengklik beberapa tombol, klien dapat memasukkan rinciannya dan kemudian akan mengajukan beberapa pertanyaan sederhana kepada Ailira, sebelum robot tersebut menghasilkan sebuah kehendak yang sepenuhnya tersertifikasi.

"Sangat mudah, hanya memasukkan rincian dasar dan sistem ini akan melakukan semuanya untuk Anda, sangat bagus," kata seorang klien, Logan Turnbull.

"Mungkin hanya butuh sekitar 15 menit untuk masing-masing keinginan, sehingga sangat cepat."

Ini adalah teknologi yang mungkin Anda harapkan di Silicon Valley, AS atau kota-kota besar, namun layanan ini didirikan di Coolalinga, di daerah pedesaan Darwin.

"Orang yang benar-benar membutuhkan akses terhadap keadilan adalah orang-orang yang paling tidak mampu," kata pengembang yang juga seorang pengacara Adrian Cartland.

"Mengapa tidak mendirikan firma hukum tanpa pengacara langsung kepada orang-orang yang berharap mendapatkan ini dalam waktu 10 tahun lagi?"

Cartland mengatakan bahwa biaya tersebut sepadan dengan biaya untuk melihat seorang pengacara dan dapat diakses secara online, di manapun di dunia ini.

Pengacara tersebut mengatakan bahwa mampu terhubung dengan organisasi bantuan hukum yang melayani daerah terpencil adalah arah yang ingin dicapai kedepannya.

Ada permintaan layanan hukum yang sangat besar, dan dengan mengurangi harga dan membawa akses terhadap keadilan, kita dapat memberi manfaat bagi konsumen dan mendapatkan keuntungan dari profesi hukum."

Teknologi cepat, mudah dan relatif murah ini tidak akan mengakhiri peran dari pengacara dalam kehidupan nyata, kata Cartland.

Klien menggunakan sistem Ailira menyusun sebuah tuntutan
Klien menggunakan sistem Ailira menyusun sebuah tuntutan

ABC News: Lucy Marks

Empati, kreativitas, penalaran kontekstual, itu merupakan suatu keunggulan dari manusia dan apa yang kita sukai untuk melakukannya dan orang bersedia membayar saat mendapatkannya," katanya.

"Robot bisa melakukan hal yang sama lagi dan lagi dengan sangat baik, tapi yang kurang bagus adalah berpikir di luar kebiasaan dan menghasilkan sesuatu yang sama sekali baru.

"Karena itulah kami berintegrasi dengan pengacara manusia, jadi jika Anda memiliki pertanyaan yang sangat sulit, Ailira bisa menemui pengacara manusia dan menemukan jawabannya."

Selanjutnya untuk asisten hukum A-I akan menjadi sebuah sistem yang menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.