Skip to main content

Buaya Air Asin Kuasai Kebun Tebu di Queensland

A saltwater, or estuarine, crocodile
Beberapa buaya air asin berkeliaran di perkebunan tebu di Queensland.

www.flickr.com: Peter Nijenhuis

Sebuah perkebunan tebu di kawasan Atherton Tablelands di Queensland (Australia) mengatakan bahwa ladang mereka sekarang dikuasai oleh sejumlah buaya asin, padahal daerah tersebut jauh dari laut.

Perkebunan milik Andrew Mazgay di Bibhoora, di kawasan yang dikenal dengan nama Atherton Tablelands, bukanlah daerah yang biasanya dikenal sebagai tempat hidup buaya air asin.

Daerah itu berada di 400 meter di atas permukaan laut, dan sekitar 65 kilometer dari garis pantai dan sekitar 1738 km dari ibukota Queensland, Brisbane.

Namun Mazgay mengatakan dia menemukan beberapa buaya setiap harinya.

"Panjangnya sekitar 1,2 meter dan saya melihat satu diantaranya sekarang." katanya.

"Saya semula menduga itu adalah ular python besar yang berenang, dan ternyata adalah buaya, dan satu lagi tampak di reremputan." kata Mazgay.

"Kalau hanya satu dua ekor sih biasa, namun sekarang banyak sekali, ini sudah keterlaluan."

Mazgay mengatakan situasi ini sudah berbahaya.

"Saya agak ketakutan sekarang."

Dari mana asalnya buaya-buaya ini belum diketahui.

Perkebunan ini dekat dengan Sungai Mitchell, yang mengalir ke kawasan yang memiliki buaya di Teluk Carpentaria yang jaraknya 750 kilometer dari tempat tersebut.

Perkebunan itu juga berdekatan dengan sebuah peternakan buaya.

Kemungkinan berasal dari peternakan buaya di dekatnya

Jurgen Arnold adalah salah seorang pemilik peternakan buaya Melaleuca dan mengatakan ada kemungkinan di masa lalu, buaya yang lepas dari peternakan tersebut, namun sejak dia mengelola, hal itu tidak terjadi lagi.

"Perusahaan kami baru memiliki peternakan ini selama dua tahun, dan saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya." katanya.

"Kami memiliki pagar di seluruh peternakan dengan pagar 60 cm masuk ke dalam tanah, dan tingginya 1,8 meter."

"Buaya yang kecil diternak di dalam kandang kecil, sementara yang besar juga begitu, sehingga kami mengikuti aturan yang ada." katanya.

Arnold telah menawarkan diri untuk memburu buaya-buaya tersebut, namun peraturan yang ada tidak memperbolehkannya.

"Saya mengatakan kepada tetangga kami bahwa saya bersedia membantu bila memang diijinkan. Namun satu-satunya pihak yang boleh menangkap buaya dari petugas dari Departemen Perlindungan dan Lingkungan." katanya.

Juru bicara Departemen Perlindungan dan Lingkungan mengatakan mereka sedang menyelidiki dari mana asal buaya tersebut, dan petugas mereka sedang memastikan bahwa peternakan buaya di sana mengikuti peraturan mengenai keselamatan.

Dia mengatakan mereka sudah memasang kamera untuk memantau dan baru-baru ini menangkap seekor buaya sepanjang 1,3 meter dari sebuah pusat pengolahan limbah, dan juga sekor anak buaya dari rumah penduduk.

Diterjemahkan pukul 11: 50 AEST 28/3/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini